Berita
28 Jan 2026 20:21:17
Admin
SLB Muhammadiyah Jombang turut ambil bagian dalam peluncuran Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) yang diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di SMKN 1 Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Minggu (25/1/2026). Kegiatan launching tersebut dilaksanakan secara serentak dan diikuti oleh sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur, baik secara luring maupun daring.
Sebagai sekolah yang melayani peserta didik berkebutuhan khusus, SLB Muhammadiyah Jombang menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung ketahanan pangan berbasis pendidikan. Sekolah ini memiliki lahan yang cukup luas dan telah dimanfaatkan sebagai laboratorium ketahanan pangan, tempat siswa dan guru bersama-sama melakukan praktik bercocok tanam. Berbagai jenis tanaman pangan dan sayuran ditanam, seperti cabai, terong, tomat, labu, dan aneka sayuran lainnya, yang dikelola secara bertahap dan berkelanjutan.
Kepala SLB Muhammadiyah Jombang, Isti Fatmawati, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa keterlibatan sekolah dalam program SIKAP merupakan bagian dari implementasi pembelajaran bermakna bagi siswa berkebutuhan khusus. “Kegiatan ini adalah bagian dari pembelajaran mendalam di SLB Muhammadiyah Jombang. Anak-anak tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga dilatih kemandirian, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan melalui praktik langsung,” ujarnya.
Program SIKAP sendiri melibatkan sebanyak 110.481 guru, siswa, dan anggota Pramuka dari 754 sekolah SMA, SMK, dan SLB, baik negeri maupun swasta. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengapresiasi peran aktif sekolah-sekolah yang dinilai mampu menjadi motor penggerak ketahanan pangan dari lingkungan pendidikan.
“Sesungguhnya ketahanan pangan, apalagi ketahanan pangan berkelanjutan, bisa diinisiasi oleh SMA, SMK, dan SLB, baik negeri maupun swasta. Mereka dipandu oleh guru-guru yang luar biasa,” tutur Khofifah.
Ia juga menegaskan bahwa SIKAP bukan sekadar slogan, melainkan gerakan nyata yang berbasis praktik. “SIKAP ini bukan hanya teriak, tetapi bekerja. Sekolah-sekolah sudah bergerak, berinovasi, dan menyiapkan format ketahanan pangan yang aplikatif,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyampaikan bahwa program SIKAP merupakan wujud pendidikan yang relevan dengan tantangan masa depan. “Program ini menanamkan nilai kemandirian pangan, kepedulian lingkungan, serta semangat gotong royong sejak bangku sekolah,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) memberikan penghargaan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai Pelopor dan Pelaksana Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan Terbanyak, dengan melibatkan 754 sekolah SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta.
Melalui partisipasi aktif dalam program SIKAP, SLB Muhammadiyah Jombang menegaskan perannya sebagai sekolah inklusif yang tidak hanya fokus pada layanan pendidikan khusus, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pembangunan ketahanan pangan dan pembentukan karakter siswa yang mandiri dan berdaya.
08 Juni 2024
Admin
20 Desember 2024
Admin
Managed By ABK Istimewa
@2022 - 2026